Home » Artikel » Korona dan Penguatan Ekologi Islam

Korona dan Penguatan Ekologi Islam

Pirnas.com 10 Agu 2020

PIRNAS.COM | Sepanjang perjalanan hidup manusia tentunya mengalami banyak peristiwa yang menguatkan dan juga membuat terpuruk. Tidak hanya manusia tapi dunia dan lebih spesifik lagi negara tentunya akan mengalami siklus kehidupan tersebut. Beberapa tahun silam, Indonesia pernah mengalami pandemi flu burung atau kini yang tentunya minimbulkan korban akibat wabah tersebut. Selain korban, wabah tersebut tentunya memiliki dampak bagi kehidupan manusia mulai dari perekonomian, priwisata, dan dampak sosial lainnya.

Dunia kembali geger, ketika di penghujung tahun 2019 muncul jenis virus baru yang belum pernah diidentifikasikan sebelumnya pada manusia. Virus tersebut adalah Coronavirus Disease 2019 atau disingkat COVID-19. Secara etiologi, virus ini termasuk zoonosisatau ditularkan melalui hewan ke manusia (WHO,2020), namun hingga kini belum diketahui pasti hewan yang menjadi sumber penularan virus ini (kemenkes,2020). Akibat dari keganasan virus ini dan telah menelan banyak korban, akhirnya World Health Organization menetapkan virus korona sebagai pandemi yang berdampak sangat besar bagi kehidupan manusia khususnya Indonesia.

Wabah virus Korona atau Covid-19 yang muncul dari kota Wuhan dan menyebar ke seluruh dunia, benar-benar memberikan dampak yang besar baik dampak negatif dan positif, walaupun banyak memberikan dampak negatif, akan tetapi alangkah bijaknya bagi kita untuk melihat sisi positif dari wabah virus yang sedang merajalela ini dari pada terus menerus dalam kesedihan dan ketakutan. Sesuai dengan pernyataan Adlai Stevenson dalam New York Times: “Would rather light a candle than curse the darkness” (lebih baik menyalakan sebuah lilin dari pada mengutuk kegelapan).

Pandemi virus Korona menjadi salah satu penyakit yang paling menakutkan sat ini. Virus ini memiliki tingkat penularannya yang sangat tinggi. Berdasarkan bukti ilmiah, virus Korona ini dapat menular dari manusia ke manusia melalui kontak erat dan doplet namun tidak malalui udara (kemenkes, 2020). Setiap orang memiliki faktor risiko tertularnya penyakit ini. Hal ini membuat beberapa negara mengambil kebijakan untuk melakukan lockdown dan secara spesifik di Indonesia.

Situasi dari pandemi Covid-19 tentunya bukan menjdi situasi yang menyenangkan apalagi dirapkan kehadirannya. Kondisi ini memiliki dampak secara makro bagi negara seperti laju pertumbuhan ekonomi yang melambat dan secara mikro dapat menurunkan kesejahteraan fisik, sosial maupun psikis bagi individu dan masyarakat.

Merujuk pada sebuah berita dari CNN Indonesia yang menyatakan bahwa dengan adanya wabah ini membuat prduksi sampah baik dari limbah perusahaan, restoran, hotel, rumah tangga, dan tempat lain yang biasanya bisa mencapai angkat hingga ratusan ton menjadi berkurang secara drastis, ditambah langit yang semakin cerah dan kualitas udara yang semakin meningkat karena polusi udara yang berkurang. Hal ini menunjukkan bahwa Bumi pun butuh istirahat dari segala kegiatan perusakan lingkungan, bumi perlu berbenah lagi dan ini adalah sebuah awal penguatan Ekologi Islam.

Ekologi Islam sendiri adalah sebuah aliran ilmu yang mempelajari interaksi antara organisme deangan lingkungan yang lainnya dengan berlandasan Al-Quran sebagai sumber dan dikolaborasikan dengan perkembangan sains ini, salah satu dasarnya diambil dari surat Ar-Rahman tentang Mizan (penyeimbangan). Walaupun konsep dasar dari salah satu cabang ekologi ini masih belum matang, akan tetapi seperti yang sudah disampaikan bahwa ini adalah sebuah pijakan awal untuk semakin menguatkan dan mengembangkan.

Kenapa harus ekologi Islam? Wabah Korona ini tidak hanya memberikan dampak secara material kepada umat Islam akan tetapi dampak spritual pun diberikan. Narasi-narasi yang muncul saat ini seperti “Kiamat Kecil”, “Akhir Zaman”, “Akhir Dunia”, “Tanda-Tanda Kiamat”, dan narasi-narasi yang lain adalah sebuah aspek yang tidak akan lepas dari umat Islam. Ditambah mayoritas umat Islam yang lebih menyukai dangan embel-embel Islam, maka ekologi Islam adalah sebuah jawaban, selain mendekatkan diri kepada Allah SWT sekaligus juga menjaga lingkungan sebagai perwujudan dari Hablum Minal Alam (cinta lingkungan).

Praktik-praktik ekologi dalam umat Islam pun sudah mulai muncul baik dari ranah teori maupun praksis seperti fiqih lingkungan hidup dan jihad lingkungan yang dibentuk oleh Nahdlatul Ulama. Majlis Ulama Indonesia sebagai representasi dari negara membentuk Lembaga pemuliaan Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam, Muhammadiyah pun turut ikut andil dengan dibentuknya Majlis Lingkungan Hidup dan diperkuat lagi dengan komunitas kader Hijau Muhammadiyah yang diisi oleh generasi muda Muhammadiyah.

Salah satu contoh nyata di lapangan adalah komunitas kader Hijau Muhammadiyah yang didirikan di kota Surabaya bertepatan dengan tanggal 14 Desember 2018. Mulai memberikan daya tarik tersendiri dalam dunia ekologi Islam dan membawa warna baru dalam dunia komunitas pecinta lingkungan, mengingat jarang sekali komunits ekologi yang membawa emblem-emblem Islam. Komunitas yang memiliki tujuan untuk menjaga dan mengupayakan kelestarian lingkungan hidup dengan dilandasi semangat ketakwaan kepada Allah SWT ini, telah melakukan beberapa kegiatan untuk mengembnagkan keilmuan ekologi Islam.

Dan adapun kegiatan yang telah dilakukan yaitu sekolah kader hijau Muhammadiyah di Surabaya, membentuk cabang-cabang komunitas di beberapa wilayah seperti Yogyakarta, Kendari, Lamongan, Tuban, dan Jember. Mengadakan pendampingan dan sosialisasi ke warga, melakukan kampanye-kampanyetentang lingkungan dan juga diskusi-diskusi mengenai ekologi. Komunitas ini pun menumbuhkan budaya literasi yang kuat terhadap anggotanya dengan dibuatnya wibsite sebagai arsip dan menambah perbendaharaan studi tentang ekologi Islam.

Melihat banyak komunitas dan diskusi tentang ekologi terkhusus ekologi Islam, ditambah dampak positif dari wabah korona ini membuat penulis optimis bahwa kedepannya ini akan semakin berkembang dan menjadi salah satu cabang keilmuan yang harus diperhitungkan. Umat Islam selaku pemilik cabang keilmuan ini pun harus mulai fokus untuk mengembangkan dan menguatkan sehingga akan banyak bermunculan ilmuan-ilmuan, penelitian-penelitian, dan praktisi-praktisi dalam studi ini.

Mengutip salah satu pernyataan pemikir Islam di Indonesia yaitu M. Dawam Raharjo tentang 5 kebangkitan uamat Islam yang salah satunya adalah kebangkitan keilimuan dalam dunia Islam. Maka ekologi Islam adalah salah ilmu tersebut, dan setelah wabah ini berakhir. Sudah saatnya uamat Islam untuk membangkitkan diskursus khazanah keilmuan yang dimiliki oleh umat ini.

PENULIS: RISKI FAHMI SYAHPUTRA

 

 

 

 

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Berita Terkait
Komunikasi Visual: Peluang Strategis di Era Digital

A S

23 Nov 2025

Post Views: 79 Pirnas.com | Aceh – Oleh Adilah Syahputri — Program Studi Ilmu Komunikasi, Universitas Malikussaleh Perkembangan teknologi informasi mendorong pergeseran besar dalam cara masyarakat mengakses dan mengolah informasi. Di tengah dominasi media digital, komunikasi visual menjadi elemen utama dalam penyusunan pesan modern. Visual tidak lagi sekadar pelengkap teks, tetapi berperan dalam membentuk persepsi, …

Yang Lagi Viral! Perlombaan Hias Dusun di Desa Sidodadi Perkebunan Teluk Panji, Labusel

A S

19 Agu 2024

Post Views: 489 Pirnas.com | Sidodadi Perk. Teluk Panji, Labusel – Perlombaan Hias Dusun yang digelar di Desa Sidodadi Perkebunan Teluk Panji berakhir dengan kemenangan gemilang bagi Dusun 3. Ajang ini berlangsung meriah dengan partisipasi aktif dari seluruh warga desa yang menampilkan kreativitas mereka dalam menghias dusun masing-masing. Kegiatan ini tidak hanya menghasilkan karya seni …

PKS Milano Sei Pinang di Kecamatan Torgamba Disorot LSM Terkait Polusi Udara

A S

16 Agu 2024

Post Views: 464 Pirnas.com | Labusel – Aktivitas pabrik kelapa sawit (PKS) seringkali menjadi sumber polusi udara yang harus segera diatasi untuk mencegah kerusakan lingkungan yang lebih parah. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Labuhanbatu Selatan sebagai instansi teknis diharapkan rutin memeriksa kualitas udara sesuai dengan batas yang diizinkan oleh Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan …

Kapolda Resmikan Rumah Doa ‘Wicaksana Laghawa’ Polres Tomohon

Harsusilawati

16 Jul 2024

Post Views: 296 PIRNAS.COM | MANADO, Humas Polda Sulut – Kapolda Sulut Irjen Pol Yudhiawan meresmikan Rumah Doa ‘Wicaksana Laghawa’ Polres Tomohon, Selasa (16/7/2024). Peresmian diawali dengan ibadah syukur yang dipimpin oleh Ketua Sinode GMIM Pdt. Hein Arina, dihadiri oleh sejumlah PJU Polda, Forkopimda Kota Tomohon, personel Polres Tomohon dan Bhayangkari. Kapolres Tomohon AKBP Lerry …

Ari Wibowo, SH. Akhirnya Menyelesaikan Studi S2-nya di Fakultas Ilmu Politik Universitas Sumatera Utara

A S

11 Jul 2024

Post Views: 512 Pirnas.com | Medan – Ditengah kesibukanya sebagai Ketua Fraksi Gerindra DPRD Provinsi Sumatera Utara, Ari Wibowo, SH akhirnya menyelesaikan studi S2-nya di Fakultas Ilmu Politik Universitas Sumatera Utara. Dalam hal tersebut ujian tesis dilakukan via zoom di kantor fraksi partai Gerindra DPRD Provinsi Sumatera Utara. Ari Wibowo, SH dicecar banyak pertanyaan oleh …

Melahirkan Sosok Seperti Jendral Sutanto Yang Ia Lakukan Saat Ini Membutuhkan Pemimpin Seperti Dia AKBP Eko Hartanto Sik MH

Harsusilawati

25 Jun 2024

Post Views: 582 Pirnas.com | Medan – AKBP Eko Hartanto Sik.MH merupakan Sosok Seperti Jendral Sutanto Masih banyak anggota polri memiliki jiwa tegas dan dalam melaksanakan Tugasnya Sebagai Mantan Kasat Lantas Asahan Di Tahun 2000 ini Masi beliau Berpangkat AKP yang berdinas di polres kabupaten Asahan semua tindakan tindakan dan Rawat apa pun melalui Selesaikan …

Kategori Terpopuler