Home » Daerah » Puluhan Guru Datangi DPRD Sumut Minta Diangkat PNS Tanpa Testing

Puluhan Guru Datangi DPRD Sumut Minta Diangkat PNS Tanpa Testing

Pirnas.com 12 Agu 2020

PIRNAS.COM | MEDAN – Puluhan guru dari sejumlah kabupaten/kota datangi gedung DPRD Sumut, Selasa (11/8) untuk mempertanyakan nasib mereka yang sudah belasan tahun berstatus honorer. Puluhan Guru yang tergabung dalam GTKHNK35+ (Guru Tenaga Kependidikan Honorer Non Kategori Usia 35 Tahun Lebih) datangi DPRD Sumut agar mereka dapat diangkat jadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) tanpa testing.

“Sudah belasan tahun nasib kami jauh lebih baik dari buruh. Gaji mereka lebih besar dari kami,” kata Ayu, guru SD di Raimuna, Deli Serdang kepada Wartawan.

Dengan kondisi yang pas-pasan itu, mereka harus mengabdi kepada siswa jadi anak didik yang berguna bagi bangsa. “Katanya guru pahlawan tanpa jasa, tapi kenapa nasib kami seperti ini,” ujarnya.

Hal yang sama diutarakan guru lainnya, Meriana Hasugian kepada wartawan. “Kami minta agar 100 legislator Sumut mendukung perjuangan kami diangkat menjadi PNS atau Aparatur Sipil Negara (ASN) tanpa testing dengan menerbitkan Keppres,” katanya.

Dia mengaku datang bersama rombongan yang sebagian mengadu ke Dinas Pendidikan Sumut dan DPRD Sumut.

Kehadiran para guru di DPRD Sumut untuk menyampaikan aspirasi dari guru honorer se-Sumut, yang berumur 35 tahun ke atas supaya dapat diangkat menjadi PNS tanpa tes. “Jadi besar harapan kami kepada DPRD Sumut, aspirasi ini disampaikan ke pusat,” kata Meriana.

Dia mengaku jumlah guru honorer di Sumut mencapai ribuan, mulai dari guru tingkat SD, SMP dan SMA.

“Bukan 35 tahun ke atas saja, bahkan ada yang sudah 50 tahun ke atas masih honorer. Dan kami belum tahu bagaimana nasib kami di Sumut, khususnya di Medan SK pun tidak jelas dan gaji pun sangat tidak pas,” imbuhnya lagi.

Bervariasi
Ketika ditanya berapa gaji yang diterima oleh guru honorer di Sumut? Meriana menjawab, gaji guru honorer masing-masing kab/kota bervariasi.
Bahkan masih ada yang menerima upah di bawah yang sewajarnya yakni Rp.300 ribu/bulan.

“Itulah sedihnya kami, kami mencerdaskan anak bangsa tak sepantasnya kami terima seperti itu. Tapi bahkan ada yang kami terima Rp.300 ribuan.

“Kami juga sudah sampaikan, mudah-mudahan aspirasi GTKHNK35+ agar jadi PNS tanpa tes sesuai dengan instansi negeri tempat kami bekerja diterima,” tambahnya.

Dia sembari mengucapkan terimakasih kepada DPRD Sumut, karena mendukung dan menyampaikan aspirasi tersebut ke pemerintah pusat. Aspirasi para guru itu mendapat respon positif dari DPRD Sumut.

Wakil Ketua DPRD Sumut, Rahmansyah Sibarani memastikan seluruh 100 anggota dewan siap mendukung perjuangan guru honor tersebut.

“Kita siap dukung dan akan kita perjuangkan sampai ke pusat,” kata Rahmansyah didampingi sejumlah anggota dewan, Jafaruddin Harahap dan Hendra Cipta.

“Kami akan memperjuangkan aspirasi bapak/ibu sampai ke pemerintah pusat. Yakin dan percaya dalam rapat paripurna nanti akan kami sampaikan juga aspirasi bapak ibu,” tambahnya.

(Her)

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Berita Terkait
Bupati Labuhanbatu Pentingnya Perkenalkan Bank Sumut Kepada Masyarakat

Hidayat Chan

13 Okt 2026

Post Views: 68 MEDAN,PIRNAS.COM —Bupati Labuhanbatu dr. Hj. Maya Hasmita,Sp.OG, M.K.M, menekankan pentingnya peran pemerintah daerah dalam memperkenalkan Bank Sumut kepada masyarakat sebagai Bank pembangunan daerah yang diharapkan mampu mendukung pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kualitas pelayanan keuangan bagi masyarakat. Hal tersebut disampaikan dalam kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Sosialisasi dan Simulasi Cash Management System (CMS) kepada …

Semarakkan HUT ke-81 Pemkab Labuhanbatu, Ribuan Warga Panai Tengah Antusias Ikuti Jalan Santai

Hidayat Chan

11 Okt 2026

Post Views: 119 LABUHANBATU,PIRNAS.COM—Ribuan warga Kecamatan Panai Tengah memadati Lapangan Ika La Iya, Labuhan bilik, pada Minggu (11/10/2026). Kehadiran masyarakat yang antusias ini dalam rangka mengikuti kegiatan Jalan Santai guna menyemarakkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu. Kegiatan gerak jalan santai tersebut dilepas secara resmi oleh Bupati Labuhanbatu, dr. Hj. Maya Hasmita, Sp.OG., …

Bupati Labuhanbatu :” Olahraga adalah investasi Bangsa”

Hidayat Chan

09 Okt 2026

Post Views: 92 LABUHANBATU,PIRNAS.COM— “Olahraga adalah investasi bangsa bukan biaya”, ucap Bupati Labuhanbatu dr.Hj. Maya Hasmita,Sp.OG, MKM, saat membacakan pidato tertulis Menteri Pemuda Dan Olahraga Erick Tohir pada upacara Peringatan HAORNAS ke-43 tahun 2026 di lapangan BKPP Jum’at 9/10/2026. Menurutnya dengan investasi melalui olahraga berarti kita sedang membangun manusia Indonesia secara utuh membentuk karakter yang …

Bupati Labuhanbatu Tandatangani Nota Kesepahaman Dengan Kejatisu dan Dinas Pendidikan

Hidayat Chan

07 Okt 2026

Post Views: 90 LABUHANBATU,PIRNAS.COM —Bupati Labuhanbatu dr. Hj. Maya Hasmita, Sp.OG, MKM menandatangani nota kesepahaman bersama Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara Muhibuddin, S.H., M.H. dan Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Utara dalam rangka memperkuat kolaborasi di bidang pendidikan. Penandatanganan nota kesepahaman tersebut dilaksanakan secara virtual melalui Zoom bersama Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Utara serta pemerintah kabupaten/kota …

Bupati Buka Gebyar Kreativitas dan Inovasi Pendidikan, Wujudkan Labuhanbatu Cerdas Bersinar 

Hidayat Chan

06 Okt 2026

Post Views: 77 LABUHANBATU,PIRNAS.COM—Bupati Labuhanbatu dr. Hj.Maya Hasmita, Sp.OG, MKN,membuka secara resmi Gebyar Kreativitas Dan Inovasi Pendidikan Labuhanbatu menuju Labuhanbatu cerdas bersinar di eks terminal Padang Bulan Rantauprapat, Selasa 6/10/2026. Gebyar Kreativitas di isi dengan pameran edukasi dan 20 stand pembelajaran dari berbagai cabang KUPT dan Korwil Dinas Pendidikan Kabupaten Labuhanbatu dan di meriahkan ribuan …

Dinilai Tebang Pilih, Penertiban PKL di Labuhanbatu Menuai Kritik Tajam

Hidayat Chan

02 Okt 2026

Post Views: 444 LABUHANBATU,PIRNAS.COM– Kebijakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Labuhanbatu dalam menata kebersihan dan keindahan Kota Rantauprapat belakangan ini memicu gelombang kritik dari masyarakat. Program yang mengusung jargon “Menata Kota” tersebut dinilai represif dan mengorbankan hak-hak ekonomi kelompok masyarakat rentan, khususnya para Pedagang Kaki Lima (PKL). Kritik mencuat setelah Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten …

Kategori Terpopuler