banner 728x250

Pembunuhan Pelajar SMPN Bernas ‘Intan Aulia Sari’, Diungkap Polres Pelalawan

  • Bagikan

PIRNAS.COM | PELALAWAN – Berkat kerja keras dan kesigapan Satreskrim Polres Pelalawan, korban pembunuhan pelajar SMPN Bernas, Intan, 16 tahun, dapat terungkap. Remaja yang bernasib malang ini merupakan warga Pangkalan Kerinci, kabupaten Pelalawan, Riau.

Berita ini mencuri perhatian masyarakat, khususnya masyarakat pangkalan kerinci. Pasalnya sejak dinyatakan hilang warga pangkalan Kerinci ini, berlanjut ditemukannya mayat intan pada hari Kamis, 11/02/2021 dilokasi, Simpang Bunut km 03, sekitar pukul 13.30 wib, yang ternyata setelah diteliti, adalah siswi yang sebelumnya dikabarkan hilang.

Intan tidak kembali kerumahnya, setelah sebelumnya, ijin pergi ke sekolah untuk menyelesaikan tugas sekolah yang belum tuntas (remedial) ke sekolah pada Senin, 08/02/2021. Sejak kepergian Intan dan tidak kembali ke rumahnya sampai ditemukan telah menjadi mayat.

Hanya butuh waktu sekitar delapan hari, sejak ditemukan mayat Intan pada Kamis 11/02/2021, Satreskrim Polres Pelalawan melalui kerja keras dari seluruh personelnya, berhasil mengungkap pelaku pembunuh Intan, pada hari Jumat, 19/02/2021 sekitar jam 10 pagi di Pangkalan Kerinci.

Kapolres Pelalawan AKBP Indra Wijatmiko, melalui kasat Reskrim Polres Pelalawan, dalam konferensi pers, Sabtu, 20/02/2021. AKP Ario damar, SH, kepada wartawan mengatakan, ” pelaku pembunuh anak masih dibawah umur, pelaku dapat kita tangkap, setelah kita melihat hasil cctv masyarakat, yang melihat korban turun dari mobil dan masuk kembali kedalam mobil yang ternyata mobil pelaku”, imbuhnya.

Ario damar juga mengutarakan, hasil pemeriksaan kepada pelaku, “pelaku saat itu panik, saat mendengar korban meminta pertanggungjawaban kepada pelaku”.

Ditanyakan, pertanggungjawaban yang dimaksud korban kepada Pelaku, Ario mengatakan tidak dapat menjawab, karena katanya tidak ada pemeriksaan terhadap korban. ” Kami tidak dapat menjawab, karena tidak ada pemeriksaan terhadap korban”, sebutnya.

Kembali, Ario menjelaskan, bahwa pelaku seorang diri, “dalam pembunuhan ini, dilakukan seorang diri, dan kematian korban disebabkan dicekik oleh pelaku” terang Ario.

Mantan kasat Reskrim Polres Kepulauan Meranti ini juga mengemukakan, “antara pelaku dan korban sudah saling mengenal sebelumnya, tidak benar ada penculikan, seperti ada dalam pemberitaan sebelumnya” pungkasnya.

Sebelumnya, kasat Reskrim Polres Pelalawan ini enggan menyebutkan inisial pelaku dan umur pelaku serta alamat pelaku, dikarenakan pelaku merupakan anak dibawah umur.

Informasi yang ditelusuri dari lingkup Polres Pelalawan, pelaku berinisial (A), 17 tahun, warga Pangkalan Kerinci, kabupaten Pelalawan, Riau.

(***arhp)

  • Bagikan